Rabu, 01 Juni 2011

Cara Menangani Tulang Patah Atau Retak

PATAH tulang, termasuk keretakan tulang, secara alami bisa menyambung sendiri. Penanganan yang tepat sejak terjadi trauma mempercepat proses penyambungan tulang.
Dokter Erwien Isparnadi SpOT menyebut beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan tulang menyambung. Yakni meliputi lokasi patah tulang, usia, dan ada-tidaknya penyakit yang mengikuti. “Penyembuhan patah tulang (fraktur) yang berlokasi di ekstremitas superior (lengan, tangan) lebih cepat daripada tulang-tulang ekstremitas inferior (tungkai, kaki), “katanya. Sebab tulang ekstremitas superior memiliki fungsi mengangkat beban, makan, dan minum. Sedangkan tulang tungkai dan kaki memiliki beban lebih berat. Itu sesuai dengan fungsinya sebagai penopang berat badan.
Untuk mengembalikan kekuatan tulang tungkai dan kaki, dibutuhkan waktu lebih lama, “jelas spesialis orthopaedi dan traumatologi itu. Ditilik dari faktor usia, semakin muda saat patah tulang terjadi, semakin cepat proses penyembuhannya. Hal tersebut terkait dengan kemampuan regenerasi sel pada usia muda yang lebih baik.

Tulang patah/retak
Jika ada penyakit yang mengikuti kejadian patah tulang. Proses penyembuhannya lebih lama. Ada beberapa penyakit penghambat pemulihan tulang. Di antaranya, kanker tulang, Paget’s disease, dan infeksi tulang. “Infeksi terbanyak adalah osteomyelitis. Infeksi jenis ini terjadi pada patah tulang terbuka yang mengakibatkan kuman dari luar bias masuk ke jaringan di sekitar lokasi patah tulang.” ujar dokter yang berpraktik di RSU Haji Surabaya tersebut.

Jika tak ada factor penghambat, tulang dapat tersambung secara sempurna. Begitu pula kekuatannya. Tulang mungkin saja tak tersambung secara sempurna (mal union). Pada kondisi itu, kekuatan tulang yang sudah tersambung berkurang. Pada kasus mal union berat, sambungan tulang membentuk sudut yang mengakibatkan tonjolan di kulit. “Otot di sekitar tulang yang membentuk sudut menjadi tidak seimbang sehingga memunculkan rasa ngilu saat otot beraktifitas,“ jelasnya. Kekuatan tulang menjadi tak seimbang. Sebab, di perlekatan otot yang menempel pada tulang bersudut itu, ada yang kencang dan ada yang kendur.
Kasus lain yang berdampak nyeri pada tulang yang patah adalah non union (tulang gagal tersambung) dan delayed union (tulang terlambat menyambung). Kondisi itu mungkin berkaitan dengan kurangnya nutrisi pada jaringan pembentuk tulang. Normalnya, patah tulang pada bayi akan tersambung selama 15-30 hari. Anak-anak mem butuhkan waktu 1-2 bulan, dan dewasa 2-3 bulan.
Kerusakan tersebut sering diperparah dengan pemijatan saat patah tulang. Padahal, pijat yang menekan saraf dan otot di sekitar tulang yang patah rawan menimbulkan perdarahan di bawah kulit. “Jika tejadi perdarahan, secara otomatis saraf dan otot membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh,” tegasnya. Nutrisi untuk pembentukan tulang tertunda karena otot dan saraf harus menyembuhkan diri dulu.

0 komentar:

Poskan Komentar

Info

Blog Archive